Rilisindonesia.com
BANTEN : Front Aksi Mahasiswa (FAM) UNTIRTA, IAIN dan PMII Untirta Banten, melakukan unjuk rasa di depan kantor walikota Serang, Banten, memperotes ulah pemerintah malaysia yang mengkalaim bahwa tari pendet adalah budaya mereka Rabu (26/8). Aksi yang berlangsung sekitar 15 menit dari pukul 01.30, diwarnai pembakaran bendera Malaysia itu sempat membuat arus lalu-lintas di Jalan Jendral Sudirman, Serang macet.
Dalam orasinya Koordinator FAMS, Ali Suro menuding bahwa pemerintah malaysia, termasuk pemerintah yang tak berbudaya karena berkali-kali memngklaim budaya Negara lain menjadi budaya mereka.
Selain tari pendet Bali, budaya yang diklaim sebagai budaya malaysia antara lain, reog ponorogo, batik dan lagu rasa sayange dari Ambon.
Untuk itu mereka mendesak agar Presiden SBY segera mengusir Duta Besar Malaysia dari Jakarta dan menarik Duta Besar RI di Kuala Lumpur sebagai peringatan keras bagi Pemerintah Malaysia.
“Kami juga mendesak agar pemerintah segera memulangkan seluruh TKI yang ada di Malaysia untuk dikirim ke Negara lain dengan tingkat upah yang jauh lebih tinggi, bila semua langkah tersebut dilakukan secara serentak saya yakin pemerintah Malaysia akan kelabakan,” katanya.
Namun sebaliknya, kata Ali Suro, apabila pemerintah Indonesia lamban dalam menyikapi pencaplokan klaim tari Pendet tersebut, maka akan menjadi preseden buruk sebab di masa datang pemerintah Malaysia akan berbuat hal serupa atau yang lebih buruk lagi.
Usai berorasi, para mahasiswa membubarkan diri dengan damai setelah sebelumnya membakar bendera Malaysia sebagai lambang aksi protes mereka. (Redaksi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar